Menyusuri & Menziarahi Jejak 9 Wali (Wali Songo)
Wali 9: Penyebar Agama Islam di Pulau Jawa (di 7 kota dalam 3 propinsi)
Selama 6 hari 5 malam, perjalanan darat sepanjang hampir 1000 km
Hari ke-1, Selasa, 30 April 2013: SURABAYA – GRESIK
Sesampai di Juanda Airport, ditengah terik matahari kota Surabaya, kami (8 orang dewasa & 1 baby) langsung berziarah di makam (1) Sunan Ampel (Raden Rahmat), pendiri kerajaan Islam pertama di Jawa (Demak) dan membangun Masjid Agung Demak.
Selanjutnya menuju Bukit Giri, Gresik untuk ziarah
di makam (2) Sunan Giri (Syekh Maulana Ainul Yakin/Raden Paku), murid Sunan Ampel, terkenal dengan lagu & permainan anak-anak spt Jelungan, Jamuran, Ilir-ilir & Cublak Suweng; Gending Asmaradana & Pucung (puisi Jawa).
Terakhir menuju makam (3) Sunan Gresik (Syekh Maulana Malik Ibrahim/Syekh Maulana Maghribi), wali pertama di Pulau Jawa, ahli di bidang perdagangan, pengobatan dan teknik pertanian.
Hari pertama, half day, kami hanya dapat berkunjung ke 3 makam wali, selanjutnya kami bermalam di hotel di Gresik, Jawa Timur
Hari ke-2, Rabu 1 May 2013: LAMONGAN – TUBAN - KUDUS
Pagi hari menuju desa Sedayu, Lamongan untuk ziarah di makam (4) Sunan Derajat (Syekh Syarifuddin), putra Sunan Ampel, penyusun gamelan Gending Pangkur (lagu tradisional Jawa).
Disambung ke Masjid Agung, Tuban untuk ziarah di makam (5) Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim), putra Sunan Ampel, penggubah suluk Wijil & tembang Tombo Ati, memasukkan rebab & bonang pada gamelan
Jawa.
Ziarah dilanjutkan menuju puncak bukit Muria Kudus objek wisata pegunungan Colo, sekaligus tempat makam (6) Sunan Muria (Raden Umar Said), putra Sunan Kalijaga yang mengadopsi gamelan sebagai alat dakwah.
Terakhir mengunjungi Menara Kudus dan ziarah di makam (7) Sunan Kudus (Syekh Jakfar Shodiq), sebagai panglima perang & penasehat Sultan Demak & hakim peradilan negara; wayang golek sebagai alat dakwah; peninggalannya yang terkenal ialah Mesjid Menara Kudus, dengan arsitektur bergaya campuran Hindu & Islam.
Hari kedua, full day, kami berjaya ziarah ke makam 4 wali, selanjutnya kami beristirahat di hotel di Kudus, Jawa Tengah
Hari ke-3, Kamis 2 May 2013: DEMAK – SEMARANG
Pagi hari kami dihantar menuju Kadilangu, Demak untuk ziarah di makam (8) Sunan Kalijaga (Raden Muhammad Syahid), murid Sunan Bonang, menggunakan wayang kulit dan musik gamelan sebagai alat dakwah.
Setelah menziarahi 8 wali, kami meneruskan perjalanan ke kota Purworejo, untuk ziarah juga, tetapi bukan ziarah ke makam wali; kami mengunjungi Komplek petilasan Nyai Bagelen & Punden Perigi Banyuurip, tempat pertapaan Pangeran Joyokusumo. Dan malam harinya, kami beristirahat di hotel di Semarang, ibukota propinsi Jawa Tengah.
Hari ke-4, Jum’at 3 May 2013: CIREBON
Pagi hari kami berangkat menuju ke makam wali terakhir, yaitu menuju bukit Sembung Kota Udang, Cirebon, Jawa Barat untuk ziarah di makam (9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), ahli di bidang militer, berjaya menguasai Pantai Utara Jawa Barat termasuk Banten, berjaya menghadang Portuguese di Sunda Kelapa (Jakarta) thn 1527; mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya, yang kemudian menjadi Kesultanan Cirebon
Selesai sudah kami menziarahi makam 9 wali (very satisfied), dan kami beristirahat di hotel di Cirebon, Jawa Barat.
Hari ke-5, Sabtu 4 May 2013: JAKARTA CITY TOUR
Setelah perjalan spiritual dilalui, tibalah saatnya menuju Jakarta, sebagai kota terakhir yang akan kami kunjungi. Bukan untuk ziarah makam wali, akan tetapi untuk refreshing dan shopping. Kami membeli belah di Mangga Dua Shopping Complex dan tempat membeli belah lainnya di Jakarta; dan beristirahat di hotel di Jakarta.
Hari ke-6, Ahad 5 May 2013: AKHIR PERJALAN SPIRITUAL KAMI
Berfoto bersama di Monumen Nasional kemudian dihantar ke Airport International Soekarno-Hatta untuk kembali pulang ke negeri tercinta, mengikuti & menyambut PRU 13 yuhuuuuuu..…….